Dunia Agung Nugroho

Lain Waktu Coretan Baru Lain Hari berceloteh Lagi

Archive for the ‘Dunia Digital’ Category

Super OS 10.10 (Super Ubuntu)

Posted by anabrang on 23 October 2010

superubuntu

superubuntu 10.10

Dari sisi kemudahan bagi pengguna awam, distro Linux Ubuntu merupakan distro yang patut mendapat rating A+. Salah satu yang boleh dikatakan revolusioner adalah fitur Live CD dan WUBI (Windows Ubuntu Based Installer). Dengan dua fitur ini saja, pengguna awam yang biasa memakai “Jendela” akan dipersilahkan secara “baik-baik” masuk melalui “Pintu” yang disediakan secara murah dan legal.

Test drive melalui “Live CD” memungkinkan kita untuk mencicipi terlebih dahulu apa yang disediakan sebelum memutuskan untuk menempatkan secara permanen ke dalam PC atau laptop. Sementara itu, pengguna yang telah tertarik tetapi masih ragu-ragu, bisa menggunakan fitur WUBI yang dijamin tidak akan merusak Sistem Operasi Windows yang telah diinstal terlebih dahulu. WUBI hanya memerlukan sepetak tempat berupa beberapa file yang akan digunakan untuk menyimpan Sistem Operasi Ubuntu beserta aplikasi dan data-data yang telah dibuat di sistem tersebut. Read the rest of this entry »

Posted in Dunia Digital, Sistem Operasi | Leave a Comment »

Kodak DX7440 versus Canon SX200IS

Posted by anabrang on 29 December 2009

Telah sekitar lima tahun semenjak pertama kali memiliki kamera digital. Kamera pertama yang dipilih dulu adalah Kodak DX7440 yang pada saat itu termasuk kamera P&S dengan lensa lumayan bagus.

Kodak DX7440

Kodak DX7440

Satu kekurangan yang saat itu agak mengganggu adalah karena dimensinya lumayan besar dan bobotnya agak berat dikit. Agak males kalau harus tenteng2 kamera yang lumayan gede dan tidak bisa dimasukkan ke saku ini.

Hasil jepretan yang diperoleh cukup bagus untuk settingan otomatisnya. Setting manual jarang sekali dicoba karena sudah cukup puas dengan asal jepret saja, meski dalam kondisi low lighting/indoor/malam hari. Bahkan, pernah suatu saat, ketika dipakai untuk memotret dengan latar belakang gedung saat malam hari, hasilnya masih dibilang cukup untuk sekelas kamera saku. Pada saat yang sama, kamera lain sekelas tidak menghasilkan gambar yang sekedar  “bisa dilihat”.

Hanya saja, memang pada “jamannya”, fitur semacam image stabilizer belum ada. So, motret pada malam hari “harus” pake tripod baru akan terlihat lebih sempurna.

Kamera Kodak pertama inilah yang mengabadikan momen-momen berharga saat tinggal di negeri orang. Telah banyak peristiwa yang ditangkap melalui lensa dalam bentuk still photo maupun video. Yang saya ingat, dalam setiap kali mengambil gambar, settingan hampir selalu menggunakan setingan otomatis yang disediakan Kodak.

Sampai akhirnya beberapa waktu lalu LCD-nya rusak karena jatuh ke lantai. Meskipun LCDnya rusak, kamera masih bisa dipake untuk foto karena masih ada view findernya dan hasilnya juga masih bagus. Karena sayang, LCD-nya sempet diperbaiki dan kembali berfungsi normal sampe sekarang.

Bila dibandingkan dengan Canon Powershot SX200IS, ternyata Kodak DX7440 masih mampu menggigit (atau bahkan melampaui) kamera baru ini.

Canon SX200IS

Canon SX200IS

Saat pertama mencoba settingan otomatis Canon dalam ruangan indoor, fitur oto-nya akan selalu meng-adjust ke ISO yang lumayan tinggi sehingga hasil jepretannya akan banyak “noise”-nya!!! Meski pake flash sekalipun, masih saja ISO-nya cukup tinggi. Jika dilihat dikomputer atau LCD kamera, noise itu sangat kelihatan.

Anehnya, hal itu tidak terjadi pada Kodak. Saya coba cari foto-foto lama dengan setting indoor dari hasil jepretan Kodak. Setelah saya lihat, dengan settingan oto Kodak, ISO-nya hampir selalu dipertahankan ke 80 apabila flash mencukupi. Dan jarang sekali naik ke atas (apalagi lebih dari 200).  Hasilnya, noise-nya memang tidak terlalu kelihatan dibanding hasil jepretan SX200. Sepertinya, salah satu yang membedakan adalah kekuatan flash DX7440 yang mungkin lebih bagus ketimbang SX200.

Alhasil, untuk memperoleh hasil yang bagus, kamera harus disetting manual terlebih dahulu. Jika disetting manual, memang hasil akan jauh lebih bagus daripada DX7440. Cuma pertanyaan yang akan selalu menggantung adalah apa yang akan terjadi jika harus mengambil gambar spontan? jika setting manual, pastilah peristiwa utama yang akan diabadikan lenyap begitu saja karena detik-detik sangatlah berharga dan mungkin saja peristiwa itu tak akan pernah terulang lagi.

Posted in Dunia Digital | 2 Comments »

Selamat Datang TV Digital

Posted by anabrang on 20 May 2009

Rasa-rasanya telah lama sekali pemerintah menggodok persiapan konversi TV dari analog ke digital. Rencana yang semestinya telah berjalan tahun lalu akhirnya mundur lagi sampai dengan beberapa waktu. Setelah lama ditunggu, akhirnya percobaan siaran TV digital digelar kembali di Jabodetabek. Yang ada di benak saya adalah bahwa kualitas gambar tv digital akan jauh lebih bagus dibanding analog dan semakin mudah untuk direkam karena cukup menambah kartu TV digital (DVB Card) model PCI atau USB ke komputer dan tinggal jalankan aplikasi pemutar tvnya.

Pengalaman pertama kali menonton TV digital adalah saat masih menjadi mahasiswa di Melbourne. Meski agak telat mengenal teknologi ini, paling tidak ketika pertama menonton siaran tv digital seperti menonton film dengan kualitas diatas DVD. gambarnya jernih dan tidak ada noise seperti ketika menonton tv analog. Saat itu hanya bisa menonton channel tv yg masih menggunakan resolusi SDTV karena CPU komputer saya dan kartu grafisnya masih tidak kuat untuk menayangkan gambar HDTV (di tambah lagi cuma makai layar CRT 17″ yang sebenarnya bukan untuk HDTV tentunya). Walaupun SDTV sekalipun, tapi gambarnya sudah cukup jernih dan enak untuk ditonton. Intinya, pengalaman menonton tv digital membuat saya tidak berminat melihat siaran tv analog lagi. Read the rest of this entry »

Posted in Dunia Digital | Tagged: , | 22 Comments »

Internetan pake Modem EVDO Axesstel MV140b SMART Jump di Ubuntu Linux 9.04

Posted by anabrang on 15 May 2009

Screenshot-3

SMART

Update:

Per Mei 2010, saya sudah tidak pakai SMART lagi…. di daerah sekitar Bintaro, kecepatan sudah sangat lambat bahkan hanya untuk sekedar browsing saja sudah susah…..

Smart baru saja mengeluarkan paket internet murah dengan tawaran yang cukup menggiurkan. Pada awalnya masih agak ragu karena banyak dengar daerah blank spot-nya.

Akhirnya, mampirlah ke gerai Smart di Bintaro. Sebelum lebih jauh, saya langsung minta didemokan kecepatan jaringan smart di Bintaro. Dari beberapa kali hasil test terlihat kalo jaringan SMART memang tidak terlalu sekuat Telkom atau Indosat. Kecepatan saat test masih berada dibawah 1Mbps, jauh dari 3.1mbps yang diiklankan. Puas tes drive, CS-nya menawarkan dua paket pasca dan prabayar. Tadinya mau milih yang pascabayar karena cuma bayar biaya langganan Rp189rb sebulan selama setahun gratis modem. Cuma, harus pake kartu kredit mandiri atau BCA. Setelah dipikir-pikir, saya ambil paket prabayar saja. Selain lebih fleksibel dalam mengambil paket, saya juga tak terlalu suka sesuatu ‘yang terikat’. Read the rest of this entry »

Posted in Dunia Digital | Tagged: , , , , , | 69 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.