Mungkin, tulisan ini lebih merupakan refleksi bagi saya sendiri. Melihat kembali beberapa peristiwa besar yang terjadi dalam hidup saya dan kejadian-kejadian seputarnya yang mempengaruhi perjalanan hidup sepanjang tahun 2010.
Tahun 2010, saya catat banyak sekali peristiwa yang baik disengaja atau tidak menambah kebahagiaan lahir dan batin bagi saya dan keluarga. Hal ini semua ternyata tidak terlepas dari pengaruh perubahan cara berpikir. Bahwa pikiran yang selalu positif, sekecil apa pun itu, dapat merubah peristiwa yang menyesakkan dada menjadi sesuatu hal yang membahagiakan. Sebagai contoh perumpamaan cara berpikir bahwa “Gelas itu terisi separuh” bukannya “gelas itu setengah kosong”. Dalam kenyataannya, arti keduanya sama saja. Namun, pengaruh yang ditimbulkan tidak sama karena mengambil titik awal (starting point) dari sisi yang berbeda. Jika mengatakan bahwa “gelas itu setengah kosong”, orang merasa bahwa dia “tidak puas” atau “menyesal” karena melihat dari sisi yang “KOSONG”nya saja. Melihat sisi yang kosong, sama seperti memunculkan rasa TIDAK BERSYUKUR dengan apa yang telah diperoleh. Perhatikan jika kita mengambil titik awal dari sisi sebaliknya, bahwa gelas itu TERISI meskipun memang tidak penuh. Perasaan yang muncul adalah sama dengan perasaan bersyukur bahwa kita telah memperoleh sesuatu yang membahagiakan hati. Perasaan ini akan memunculkan semangat positif yang dapat menjadi bahan bakar untuk menggerakan badan kita melakukan kegiatan-kegiatan positif berikutnya. Ada satu catatan yang mungkin harus dicermati. Bahwa hati manusia bisa dengan cepat berubah-ubah seperti mudahnya membalikan telapak tangan. Godaan cukup besar, walaupun tidak sebesar jika mengambil titik awal “KOSONG” tadi. Jika tidak berhati-hati, manusia masih mudah sekali tergelincir ke arah pemikiran negatif. Read the rest of this entry »








