
Pesta Kembang Api
Akhir tahun 2008 telah menyisakan beberapa puing ketakberdayaan yang menyesakkan dada. Fenomena yang terjadi pada masyarakat saat ini sepertinya kian menambah perbendaharaan kamus anomali yang berlaku khususnya di republik yang tercinta ini.
Satu fenomena negatif yang kentara adalah semakin kentalnya bauran budaya luar ke dalam kehidupan semua lapis masyarakat. Misal, begitu gegap-gempitanya perayaan menjelang akhir tahun dan menjemput tahun baru 2009 ini.
Banyak yang tidak sayang untuk “membakar” uang untuk menuruti “kesenangan” sejenak.
Coba saja dihitung, berapa banyak ”kembang api” dan “petasan” yang telah dibakar selama perayaan tahun baru ini? Misalkan saja, di tempat saya yg berada di Bintaro, mungkin puluhan juta rupiah yang telah “terbuang”. Alangkah baiknya bila dalam kondisi ekonomi yang sedang krisis ini masyarakat belajar untuk memanfaatkan segala sesuatu dengan bijak.
Andai saja, uang yang terbuang itu dapat dipakai untuk kemaslahatan bersama dalam membangun perekonomian, membantu yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi. Andai saja…