Rasa-rasanya telah lama sekali pemerintah menggodok persiapan konversi TV dari analog ke digital. Rencana yang semestinya telah berjalan tahun lalu akhirnya mundur lagi sampai dengan beberapa waktu. Setelah lama ditunggu, akhirnya percobaan siaran TV digital digelar kembali di Jabodetabek. Yang ada di benak saya adalah bahwa kualitas gambar tv digital akan jauh lebih bagus dibanding analog dan semakin mudah untuk direkam karena cukup menambah kartu TV digital (DVB Card) model PCI atau USB ke komputer dan tinggal jalankan aplikasi pemutar tvnya.

Pengalaman pertama kali menonton TV digital adalah saat masih menjadi mahasiswa di Melbourne. Meski agak telat mengenal teknologi ini, paling tidak ketika pertama menonton siaran tv digital seperti menonton film dengan kualitas diatas DVD. gambarnya jernih dan tidak ada noise seperti ketika menonton tv analog. Saat itu hanya bisa menonton channel tv yg masih menggunakan resolusi SDTV karena CPU komputer saya dan kartu grafisnya masih tidak kuat untuk menayangkan gambar HDTV (di tambah lagi cuma makai layar CRT 17″ yang sebenarnya bukan untuk HDTV tentunya). Walaupun SDTV sekalipun, tapi gambarnya sudah cukup jernih dan enak untuk ditonton. Intinya, pengalaman menonton tv digital membuat saya tidak berminat melihat siaran tv analog lagi.

Kembali ke Indonesia, saya masih menyempatkan membawa kartu DVB card terrestrial yang saya beli di Melbourne dengan harapan Indonesia segera berpindah ke tv digital seperti yg sudah diisukan di media. Hampir habis kesabaran karena terlalu lama ditunda-tunda implementasinya, akhirnya awal tahun 2009 ada berita bahwa salah satu produsen elektronik lokal (Polytron) telah memproduksi SET TOP BOX untuk menangkap siaran digital. Beberapa hari yang lalu, via koran kompas, telah diiklankan produk set top box tersebut. Saya berasumsi bahwa mestinya siaran percobaan tv digital harusnya juga telah berjalan. Akhirnya, malam ini tgl 20 Meo, iseng-iseng colokin kabel antena ke kartu DVB card dan lalu buka aplikasi winfast PVR2 yang telah lama menemani saya menonton tv digital dulu. To my surprise, akhirnya nongol juga dua channel dg frekuensi 658MHz dan 674MHz, rinciannya seperti gambar di bawah ini:

Frekuensi Saluran Percobaan TV Digital Indonesia
Frekuensi Saluran Percobaan TV Digital Indonesia

Horee…akhirnya keluar juga setelah sekian lama menunggu. Tapi, ternyata, kualitas gambarnya masih jauhdari harapan. Kualitas gambar sepertinya masih dibawah kualitas SDTV sekalipun…boro-boro HDTV….di bawah ini contoh screenshotnya…

Saluran TVRI yg menempati Frekuensi 658MHz
Saluran TVRI yg menempati Frekuensi 658MHz
Metro TV pada frekuensi 674MHz
Metro TV pada frekuensi 674MHz
Trans TV
Trans TV

Paling tidak, gak perlu beli TV tambahan lagi (karena harus ngalah sama Nadia bila dia pingin nonton playhouse disney…..hehehe…mosok rebutan sama anak…ngalah lah….hahaha).

Sebenarnya, keluarga telah menikmati teknologi digital melalui tv langganan Astro (satu tahun lebih sebelum ditutup)….lalu pindah ke Indovision…

Langganan “terpaksa” berlanjut karena si kecil sudah menyukai Playhouse Disney….Menurutku hal itu jauh lebih bagus daripada nonton TV lokal yang kebanyakan gosip , sinetron dan iklan yang sangat tidak mendidik….

Kualitas siaran tv langganan itupun masih mengecewakan….masih dibawah kualitas SDTV juga……

Anyway…selamat datang era siaran digital…semoga tidak hanya kualitas gambar yang meningkat..tapi tentunta kualitas isi siaran yang harusnya lebih bermutu dan mendidik bagi generasi muda Indonesia…..

Semoga…..

Update:

Hari kamis, 21 Mei, barusan nonton berita di SCTV mengenai peluncuran secara resmi siaran TV digital oleh Presiden SBY.

Catatan:

Peralatan yang digunakan untuk menonton siaran TV Digital via komputer

Kartu DVB Card PCI WINFAST DTV1000 T

Spek Komputer:

Intel Dual Core E2160

Kartu grafis Nvidia 7200GS

Memori 2Gb

Antena Indoor

Kalau untuk HDTV, kayaknya gak yakin kartu grafis dan prosesornya bisa menampilkan gambar dengan smooth…..

Advertisements

23 thoughts on “Selamat Datang TV Digital

  1. tanya donk bro, gw juga pake winfast sama winpvr2, pokoknya sama persis kaya yg bro pake, tapi knapa di gw siarannya ga nampilnya, channelnya udah dapet smua juga, pokoknya persis kaya skrinshut punya bro diatas, tapi pas pilih2 channel, item smua, ngga ada/item layarnya…

    thx

  2. Sinyalnya dapat berapa bar Mas?

    Coba diuninstall winfastpvr2-nya.
    lalu di install ulang pake driver winfast yang terbaru dan instal ulang lagi winfast pvr2nya.
    Saya juga pernah mengalami hal yg sama, tapi setelah uninstall dan install ulang bisa dapat lagi.

  3. Halo salam kenal,

    maaf mas mau tanya barangkali ada info mengenai jangkauan area TV digital ini, apa sudah di seluruh indonesia? Soalnya saya yg posisi di Surabaya, lagi ngetest Digital TV Tunner di notebook saya, gak dapat sinyal sama sekali. Apa di Surabaya kira2 sudah ada sinyal Digital?

  4. @Yudo
    Sepengetahuan saya (maaf apabila salah), siaran TV digital masih dalam tahap percobaan di wilayah Jabodetabek.
    Saya kurang tahu kapan wilayah lain akan dapat menikmati siaran percobaan yg akan berlangsung sampai akhir tahun 2009.

  5. salam kenal mas anabrang. saya sudah pakai STB Polytron dan dihubungkan ke TV analog, tapi cuma dapat channel 46 dan 26 (tapi di 26 kosong,gak ada siarannya), channel 44 sama sekali gak ada. saya mau tanya mas anabrang, kok bisa dapat channel 44, gimana caranya? posisi saya di kuningan jakarta. trims

  6. @Wirog
    Pak, memang kadang sinyalnya naik turun atau malah tidak ada transmisi sama sekali. Sebaiknya coba discan ulang lagi. Channel 44 yang isinya channel TV dari konsorsium TVRI-Telkom sinyalnya ditempat saya kurang bagus juga/lemah(posisi Bintaro, Tangerang).

  7. Mas anabrang, 3 agustus lalu, mobile tv (layanan tv digital utk ponsel) sudah diluncurkan di jakarta. Apa dengan peralatan mas, bisa menangkap siaran tsb, karena mobile tv di channel 24/26, menggunakan teknologi dvb-h dan bukan dvb-t. Mohon pencerahannya. Trims.

  8. Setahu saya, peralatannya beda meskipun DVB-H (mobile) ini diturunkan dari teknologi DVB-T.
    DVB-H ditanamkan ke peralatan mobile seperti HP. Contoh yang sudah menggunakan DVB-H saat ini adalah beberapa ponsel Nokia seri N.
    Jadi, untuk menangkap siaran DVB-H, harus mengggunakan HP yang built in DVB-H Tuner.
    Kalau tidak salah, Salah satu taxi baru di Jakarta sudah ada yang memakai DVB-H ini untuk tambahan hiburan bagi penumpangnya.
    Saat ini, siaran pada DVB-H masih gratis. Tapi, ke depan mungkin modelnya berbayar/langganan untuk menikmati siaran DVB-H.

  9. mas anabrang, saya dapat info bahwa ada receiver dvb-h (selain hp) yang dapat menangkap siaran digital dvb-h (kalo tdk salah mereknya QUANTUM. Apa mas anabrang pernah mendengar ada receiver khusus dvb-h (seperti STB Polytron yang dvb-t), agar kita bisa mengakali agar siaran Mobile TV bisa diterima di TV biasa ukuran kecil. Juga mohon info terbarunya bila ada info siaran Mobile TV bisa diterima di komputer/laptop. Saya juga pernah melihat Taxi Kuning yang ada TVnya, kalau tidak salah TV yang ada menggunakan layanan M2V. trims

  10. Sebatas pengetahuan saya, DVB-H (hand-held) memang diturunkan dari teknologi DVB-T (terrestrial) dengan mengkhususkan untuk alat yg mobile seperti ponsel atau TV utk mobil. Yg saya dengar, di Indo baru keluar Set top box utk TV analog dan DVB-T USB TV tuner yang dapat digunakan pada laptop. Cuma, jika dipergunakan utk menangkap siaran sambil jalan (contohnya utk TV mobil), sepertinya DVB-T kurang cocok. Salah satunya adalah pengaruh efek doppler, apalagi jika didalam kota dg banyak gedung-gedung tinggi yg akan memantulkan gelombang.
    Saya sendiri punya TV tuner hybrid PCMCIA utk laptop. Nanti saya di mobil utk melihat seberapa besar pengaruhnya ketika dalam kondisi bergerak.

    Mengenai Quantum, sepertinya mereka memang mengeluarkan produk utk TV Mobil yang dilengkapi dengan DVB-H sekaligus GPS.
    Secara real dilapangan ketika naik Taxi Transcab, meski telah menggunakan DVB-H sekalipun, saya melihat siaran TV masih sering berhenti (atau kehilangan sinyal). Bisa jadi karena masih dalam siaran percobaan atau memang coverage-nya belum luas dan pemancarnya belum disuntik dengan tenaga KW yg lebih besar.

  11. bagaiman untuk wilayah cipanas puncak ( cianjur – jawa barat ) , apakah sudah terjangkau dengan siaran tv digital nya ?

    1. Sepengetahuan saya, Siaran Digital baru menjangkau wilayah terbatas di seputar Jakarta saja. Dan tidak semua tempat dapat menangkap semua channel TV karena pemancarnya masih terbatas juga. Misalnya dari 2 channel, mungkin bisa ditangkap 1 channel saja yang terdiri dari 6 stasiun TV.

  12. mas anabrang saya pake tv tuner digital yang pake usb tapi ko saya dapetnya cuma 1 chanel yg 674 mhz tp yg 658 ga dapet yah…
    padahal lokasi saya dijakarta pusat daerah lapangan banteng….
    mohon pencerahannya..

    1. Anda tidak dapat memperoleh channel 658 (konsorsium TVRI-Telkom) mungkin karena beberapa hal.
      Yang pertama, lokasi kita jauh dari pemancar TV digital. Saat ini masih dalam masa percobaanya dan terbatas jumlah pemancarnya. Karenanya, kekuatan daya pancar juga masih lemah. Ini mengakibatkan radius penangkapan sinyal digital menjadi sangat terbatas.
      Untuk mengatasi ini, dari sisi pengguna, gunakan antena luar dan mengarahkan ke pemancar yang dituju.

      Yang kedua, daerah jakarta pusat banyak gedung bertingkat yang tinggi dan banyak pula jaringan wirelessnya yang mungkin saja menyebabkan sinyal menjadi tidak tertangkap secara jelas oleh perangkat DVB.

      Solusinya, kita masih harus menunggu beberapa waktu lagi sampai stasiun TV yang ada telah secara resmi memancarkan TV digital. Harapannya, tahun 2010 paling tidak sudah bisa karena aturan mainnya telah disetujui tahun ini.

    1. Antena TV biasa dapat digunakan untuk menerima siaran TV Digital, tidak perlu beli antena baru/khusus

  13. sekarang tanggal 30 maret 2011 apakah siaran tv digital masih bisa dinikmati? saya berada di jakarta selatan.
    kalau masih bisa saya mau beli tv tunernya.

    thanks sudah sharing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s