Komputer dan Dunia Pendidikan, Sistem Operasi

Review Teclast X98 Air 3G 32Gb (C9J7 Model)

teclast

Summary singkat Teclast X98 Air 3G :

Alasan utama membeli tablet ini adalah karena saya ingin memiliki alternatif surface pro 1 yang kelewat berat dan panas dengan tablet yg bisa windows dengan harga cukup murah dan spek yang cukup memikat. Bulan Desember tahun lalu, harga masih sekitar USD220 dan saat ini dengan harga sama dapat membeli speks dengan storage 2x lebih besar (64GB). Jika dikurskan saat itu, plus bea masuk impor, saya mengeluarkan sekitar 3,4 juta rupiah saja. Cukup murah mengingat di Pasar Indonesia belum ada yang menawarkan speks setara Teclast X98 Air 3G ini kecuali Ipad Air atau Samsung Tab yang harganya paling tidak 2 sampai 3x lipatnya. Ada yang cukup dekat speks tablet ini seperti Asus Transformer dengan speks prosesor lebih tinggi namun resolusi layar rendah dan harga lebih dari 4 juta-an atau Acer One.

Fisik Tablet Ukuran dan Layar:

Ukuran fisik mirip dengan Ipad Air, berat sekitar 500gram (sori tidak bisa ukur presisinya karena tidak punya timbangan digital). Layar 9,7 inchi cukup pas buat membaca Majalah via Scoop atau Wayang di Android, apalagi disokong dengan Retina Display. Cuma masih ada lag yang terasa ketika pindah dari halaman yang full grafik. Tingkat kecerahan layar cukup bagus (jangan dibandingkan dengan Samsung atau Ipad tentunya, karena masih kalah bagus). Untuk setting low brightness lumayan redup dan paling high sudah cukup terang untuk indoor pada siang hari. Namun jangan harap setting brightness-nya mencukupi bila digunakan di outdoor siang hari (lihat video review di http://techtablets.com/teclast-x98-air-3g/) . Saya cukup puas dengan kemampuan layarnya apalagi dengan harga yang sepertiga-nya dari Ipad.

Meski ukuran agak beda dengan Ipad, casing seukuran Ipad masih bisa masuk. Hanya saja tombol dan kamera letaknya bersilangan dengan model Ipad. Jadi, jangan gunakan asesoris Ipad Air untuk Teclast ini, beli yang memang khusus untuk Teclast X98. Tadinya saya sudah belikan casing Ultrathin Ipad, namun ternyata karena masalah di atas maka casing jadi tidak bisa dipakai sama sekali. Pada tablet saya, casing yang saya beli (Merk McDodo dari AliExpres) memang khusus untuk X98, namun ternyata masih kurang pas posisi atas bawahnya saat landscape karena layarnya akan terbalik ketika disambungkan dengan LCD Projector. Ini juga merupakan kelemahannya, entah apa memang drivernya atau konfigurasi G Sensornya yang tidak pas atau memang casingnya yang salah buat (sepertinya yang terakhir paling pas hahahaha).

Satu-satunya yang mungkin masih bisa ‘pas’ adalah asesoris screen protector. Saya menggunakan Ubox Screen protector yang pas banget dipasangkan di Teclast. Meskipun ada lobang menganga karena tombol home-nya Ipad dan Camere Ipad yang ditengah, sedangkan Teclast tidak ada tombol Home dan Camera di sisi pinggir kiri layar. Namun secara umum masih oke lah…..kekurangan lainnya, efek pelangi terlihat jelas jika dilihat dari samping. Jika baca dengan posisi normal, hal itu masih tidak terlalu mengganggu.

Kesimpulan utamanya adalah, dari aspek layar, Tablet ini cocok untuk digunakan untuk membaca ebook, komik, majalah digital dan yang semacam. Recommended. Namun jika dibaca sambil tiduran di kasur menjelang tidur, masih kerasa banget beratnya tablet. Untuk kasus ini, mending pakai yang versi mininya (Teclast X89, tunggu review tablet ini jika barang sudah datang), berat sekitar 300gram meski layar jadi lebih kecil 7,9 Inchi.

Tes Baca file PDF dengan menggunakan aplikasi XODO DOCS.

Sebagian besar file pdf dapat dibuka dengan lancar dengan menggunakan aplikasi XODO DOCS (yang menurut saya PDF Reader terbaik yang pernah saya pakai). Perpindahan antar halaman cukup mulus dan tidak terlihat lagging untuk merender tampilan grafisnya (kecuali jika ada gambar grafik besar menutupi seluruh halaman, maka akan terasa gambar dirender dulu sebelum terlihat dengan jelas). Ada beberapa kasus dimana file PDF dengan tingkat kompresi gambar tinggi akan mengalami lag saat dibuka. Namun, untuk ukuran file PDF yang besar (yang didalamnya lebih bersifat image/gambar), justru lebih smooth saat dibuka. Jadi, pada dasarnya, tingkat kompresi file pdf yang tinggi cukup mengganggu saat dibuka pada aplikasi pdf reader.

Antar Muka Android:

Dari pabriknya, sudah dibekali Android 4.4.4 dengan menggunakan kustomisasi launcher (TUI) yang mirip banget dengan model Ipad. Secara tampilan cukup oke (kerasa seperti Ipad), namun saya justru tidak terlalu suka dan [malahan] saya ganti dengan Nova Launcher yang merupakan favorit saya baik untuk HP ataupun tablet.

Antar Muka Windows:

Tablet ini secara factory default sudah terpasang Windows 8.1 versi Bing dan ini adalah versi legal yang bisa diaktivasi. Bahkan Office pun sudah terpasang dan bisa digunakan secara legal untuk waktu 1 tahun, dengan isi MS Word, Powerpoint, Excel dan Access. Jika dihitung-hitung dari OS dan Office saja, saya rasa harga Tablet ini menjadi sangat murah sekali. Hitung saja jika beli lisensi 1 tahun Office 365, harga promo yang masih sekitar Rp400ribu dari harga normal Rp1juta. Belum lagi OS Windows 8.1 nya, meski versi Bing, paling tidak ini original, tidak perlu install yang bajakan.

Antarmuka windows 8.1. mode desktop untuk layar 9,7 inchi memang sangat tidak oke banget. Resolusi Retina semakin memperparah keadaan, sulit banget jika pakai touchscreen untuk berinteraksi dengan icon-icon dan huruf-huruf yang kecil, bisa bikin frustasi – hit & miss banget lah….

Solusinya, pakailah mouse dan keyboard dan gedein ukuran font ke 150% melalui setting Display di Control Panel. Meski sudah cukup besar sekalipun, namun belum cukup oke dibanding versi Android. Permasalahan akan muncul jika disambungkan dengan LCD screen mode duplicate display yang rata2 resolusinya masih sekitar 1280 x 800 karena icon dan huruf jadi kelewat besar karena settingan di atas…. Untuk versi metronya masih mending karena sudah mempertimbangkan mode touch screen.

Kompatibilias Aplikasi – Android:

Secara umum, tidak banyak masalah kompatibilitas aplikasi di Android. Yang pernah menjadi masalah adalah aplikasi Microsoft Office di Android yang pada saat awal diluncurkan hanya kompatibel dengan prosesor ARM, bukan Intel. Saat ini, MS Office versi preview yang bisa diinstall di tablet ini. Cuma, ukuran lumayan gede, rata2 untuk satu aplikasi (misal Word) menghabiskan space 130Mb. Namun, meski masih preview, Microsoft Office ini jauh lebih oke ketika membuka beberapa format office ketimbang WPS.

Untuk game, maaf saya sudah sangat jarang menggunakan game. Kalau pun terinstall di Tablet, itu karena anak saya yang install. Untuk yang ini, bisa cari di youtube atau di http://techtablets.com/teclast-x98-air-3g/ yang mengulas X98 secara detail. Satu game agak sedang yang saya install dan coba adalah Real Racing 3, yang saya pikir so-so lah….masih agak smooth dan oke buat dijalankan. Yang jelas, RAM 2Gb-nya masih cukup lega meski terinstall banyak aplikasi.

Aplikasi yang umumnya saya pasang di Android:

  1. All-in-one Toolbox
  2. GPS Test
  3. Avast Mobile Security
  4. Chrome, Dolphin, Firefox, Puffin, UC Browser (bawaan Rom)
  5. Coursera, Kamus
  6. Drive, Dropbox
  7. Ebook Reader, Adobe Reader, XODO, UB Reader
  8. FirstMedia Go, UseeTV, PadTV HD, Tune in Radio, MX Player
  9. Here Maps, Maps
  10. Office Lens, Word, Excel, Powerpoint, WPS, Office Remote
  11. Quran Cordoba
  12. Rar, Quick Boot, Shareit, Zipper, No mone Resolution Changer
  13. Root Browser, SuperSu, No Frills CPU, Greenify, ES File Explorer
  14. Game ringan (Hay day, Real Racing dll)
  15. Team Viewer,
  16. Get Scoop, Wayang.
  17. dan beberapa aplikasi kecil lain.

Kelebihan:

  1. Layar Retina Display: Resolusi 2048 x 1536 (320DPI).
  2. Fitur Dual Boot Android Kitkat 4.4.4 dan Windows 8.1.
  3. Ukuran 9,7inch dengan Rasio 4:3, ukuran yang sama dengan IPAD AIR. Hanya saja ketebalan tablet 7,4mm (meski lebih tebal dari IPAD AIR, namun masih terkesan tipis). Cocok bagi yang akan menggunakan Tablet ini untuk membaca Buku atau Majalah, namun tidak cocok bagi penggemar Game dan Movie yang umumnya menggunakan rasio layar 16:9 / 16:10.
  4. Battery lumayan besar, bisa tahan rata-rata 5 s.d. 7 jam untuk penggunaan di Windows maupun Android (8.500mAH).
  5. Harga murah meski spek dan fitur berlimpah. Antutu sekitar 32.000 sd. 34.000, Quadrant 14.000-an, Ice Storm Unlimited 13.000-an.
  6. Fitur Konektivitas cukup lengkap. Ada SIM Card Slot (ukuran standar), GPS, Bluetooth, WIFI dan ada slot Micro HDMI. Cocok digunakan untuk Pengajar atau mahasiswa untuk alat presentasi. Sebagian besar Tablet China dengan spek sama tidak menyertakan fitur ini (seperti Cube, Onda atau Chuwi).
  7. Terdapat slod Micro SDCard untuk tempat penyimpanan tambahan.
  8. Bisa digunakan untuk virtualisasi seperti memainkan android atau sistem operasi lain di windows. Untuk Android, AMIDUOS dapat berjalan lancar dan menghasilkan score Antutu sekitar 20.000!!!. Skor tinggi dapat dicapat meski saya pindahkan tempat storage dari internal ke SDCard yang kecepatan baca/tulisnya jauh lebih lambat. Jika ada waktu, saya ulas penggunaan Amiduos (untuk emulator Android) dan menjalankan Windows XP/Windows Server/Linux dalam Portable VirtualBox.
  9. Masih cukup untuk sekedar memainkan game-game ringan dan sedang di Android atau di windows. Main Real Racing masih cukup mulus/playable (meski menurut saya ada beberapa scene tertentu yang menyebabkan lagnya kentara banget).

Kekurangan:

  1. Prosesor Intel quad core cenderung overheat, pada banyak kasus sampai membuat hang tablet saat memainkan game 3D yang cukup berat. Untung-untungan saat impor, Seller yang sama belum tentu mengirimkan barang yang bagus. Alhamdulillah, saya dapat barang yang bagus, tidak ada masalah dengan freezing dan yang semacam.
  2. Model 32GB sangat kecil dan sangat tidak mencukupi untuk diinstall banyak program (apalagi dibagi 2 untuk Android dan Windows). Sebaiknya beli model dengan storage 64GB. Bisa sedikit diakali dengan Micro SDCard dan portable Application. Jadi, tidak cocok buat gamer. (disamping VGA onboardnya juga kurang bagus).
  3. Fitur sensor yang biasa ada dalam tablet Android tidak banyak, hanya ada fitur G Sensor dan GPS saja.
  4. Hasil kamera jangan diharapkan….hasil tidak bagus meski dalam kondisi outdoor sekalipun.
  5. Browser bawaan tidak dapat membuka flash, mesti install Puffin atau Dolphin atau FlashFox agar dapat memutar file flash di browser.
  6. VGA onboard kurang bagus dan membuat sistem melambat saat dikoneksikan dengan LCD Projector via micro HDMI.
  7. Tidak ada slot untuk charging, yang ada adalah slot micro USB yang bisa dipakai untuk charging dan lainnya temasuk OTG.
  8. Kecepatan memory internal kalah tipis dengan tablet dengan spek sejenis.
  9. Slot Micro USB hanya 1, perlu micro USB Hub agar bisa koneksi dengan wireless Keyboard dan Mouse serta flashdisk. Penggunaan bluetooth keyboard atau mouse umumnya memperlambat performa tablet sedang wireless biasa tidak.
  10. Suara speaker parah, meski sudah digeser ke volume terbesar, suara kecil sekali.

 

Pengujian:

Berikut Galeri Beberapa Screenshot CPU-Z, dan pengujian mulai dari GPS Test, Ice Storm, Antutu sampai dengan Quadrant:

CPU - Z Prosesor
CPU – Z Prosesor
Test GPS
Test GPS
Screenshot_2014-12-25-18-57-25
Hasil Test Antutu HTML5

Screenshot_2015-04-04-11-41-19

 

Detail Antutu Score
Perbandingan Skor Antutu dengan Device lainnya
Screenshot_2014-12-25-19-00-50
Hasil Benchmark Antutu
Screenshot_2014-12-25-19-02-42
Hasil Benchmark Quadrant – Skor 14.813
Screenshot_2014-12-30-06-29-23
Cek Sensor yang tersemat dalam X98
Ice Storm Unlimited
Ice Storm Unlimited – Skor 13.287
Screenshot_2015-01-04-15-59-59
Ice Storm Extreme – Skor 5.883
Screenshot_2015-01-04-15-55-14
Ice Storm Extreme – Skor 5.213
Screenshot_2015-04-04-11-30-34
Antutu Benchmark – Skor 32.379

Screenshot_2015-04-04-11-30-38

Screenshot_2015-01-04-16-17-52
Ice Storm Extreme – Skor 7.325

 

Nantikan review saya selanjutnya untuk Tablet Teclast X89, klonengan Ipad Mini Retina Display…. tentunya jika barangnya sudah datang dan dalam kondisi oke (mudah-mudahan dapat item yang bagus).

Tangerang Selatan, 26 April

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Review Teclast X98 Air 3G 32Gb (C9J7 Model)

  1. mantap mas infonya ini, jadi bisa lebih mengetahui tentang dunia ini 🙂 , Info sangat menarik, sukses ya mas..

    1. Tergantung jasa pengiriman yang dipakai. Jika menggunakan free shipping, maka butuh waktu kurang lebih 3 s.d. 4 minggu (bisa sampai 1,5 bulan).
      Jika pakai EMS, bisa lebih cepat antara 2 s.d. 3 minggu sejak dinyatakan dikirim oleh penjual (bukan tanggal pemesanan produk). Namun, faktor keberuntungan masih sangat tinggi. Meskipun freeshipping (pake China Post), barang sampai kurang dari sebulan.

      Pakai DHL atau yang semacam bisa lebih cepat, tapi siap2 ditagih biaya lain-lain diluar bea masuk PPh dan PPNnya.

    1. Biaya yang dikenakan kantor beacukai sangat mahal! Saya sudah beli secara online dari China.
      Totalnya 25% (PPn 10% + PPh 15%). Jadi coba hitung-hitungan dulu mbak..

  2. Ini barang sangat bagus, sudah saya beli. Hanya saja biaya yang dikenakan kantor beacukai sangat mahal total 25% (PPn 10% + PPh 15%)

  3. Bagaimana mengganti bahasa default China menjadi English pada tablet Teclast X98 Air 3G Dual OS ini gan? Susah banget ngertinya, hehe..
    Tolong pencerahannya! Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s